Tutorial

MongoDB Atlas Infinite: Cara Pakai & Harga Preview

M
Mughu
7 menit baca
MongoDB Atlas Infinite: Cara Pakai & Harga Preview

29 Sep 2026: Atlas Infinite public preview di AWS. Cara buat cluster, beda vs Atlas Core, harga compute/storage, plus catatan buat developer di Indonesia.

MongoDB resmi buka Atlas Infinite pada 29 September 2026, di Investor Day di Nasdaq MarketSite, New York. Ini opsi deployment baru di dalam MongoDB Atlas — bukan database baru, bukan rewrite aplikasi.

Artikel ini bedah cara pakai MongoDB Atlas Infinite, bedanya dengan Atlas Core, harga konsumsi di public preview, batasan yang wajib dicek, plus catatan praktis buat yang kerja dari Indonesia.

Apa itu MongoDB Atlas Infinite

Atlas Infinite adalah edisi Atlas yang memisahkan compute dan storage jadi dua lapisan terpisah. Query, transaksi, dan agregasi jalan di node compute. Data disimpan di storage layer yang dikelola MongoDB sendiri.

Kenapa ini penting? Beban agen AI dan app modern sering bursty: sepi sebentar, lalu meledak. Kalau compute dan storage nempel bareng (model lama), tim sering over-provision buat peak — atau kewalahan saat lonjakan.

MongoDB menyebut Infinite sebagai inovasi arsitektur terbesar Atlas sejak 2016. Offering Atlas yang lama diganti nama jadi Atlas Core. Sekarang di platform yang sama ada dua pilihan:

  1. Atlas Core — compute + storage terikat di node yang sama; bagus buat beban stabil dan budget yang mau dipaku
  2. Atlas Infinite — compute dan storage scale mandiri; bagus buat lonjakan, pertumbuhan data cepat, dan workload agen

Status hari ini: public preview di AWS. Multi-cloud dan Atlas for Government dijadwalkan menyusul di GA. App yang sudah pakai driver MongoDB tidak perlu ubah kode.

Angka yang sering diulang di peluncuran:

  • Time to scale diklaim lebih dari 96% lebih cepat
  • Tiap shard bisa pegang storage sampai 10× lebih besar (arah arsitektur)
  • Di preview: sampai 128 TB logical per replica set — tanpa sharding dulu
  • Tes internal: 189% lebih banyak throughput per dolar vs Atlas Core di workload I/O berat
  • PicPay (fintech Brasil): tahan 4× peak traffic normal selama dua jam, zero failures
  • Icon Solutions: sampai 55% lebih banyak transaksi per detik, tanpa ubah aplikasi

Catatan: Infinite beda dari Atlas Agent Engine (runtime/memory/governance agen) yang rilis di hari yang sama. Infinite = cara cluster di-deploy dan di-scale. Agent Engine = lapisan agen di atas data.

Kenapa beda dari Atlas Core

Inti perbedaannya satu kalimat: di Infinite, scale compute tidak otomatis memaksa scale storage, dan sebaliknya.

flowchart LR
  App[Aplikasi / driver MongoDB] --> Comp[Compute layer<br/>primary + standby]
  Comp --> Stor[Storage layer<br/>terenkripsi]
  Comp -->|scale mandiri| Comp
  Stor -->|scale mandiri| Stor

Yang berubah di balik layar:

Aspek Atlas Core Atlas Infinite
Arsitektur Compute + storage nempel di node Compute dan storage dipisah
Scale Sering naik bareng Naik terpisah sesuai kebutuhan
Billing storage Ikut model provision cluster Konsumsi logical data (GB-jam)
Billing compute Tier cluster provision Meter per HA shard + node tambahan
Preview cloud Multi-cloud (sesuai region Atlas) AWS saja di public preview
Sharding di preview Tersedia di Core Belum di Infinite preview
Search / Vector Search Tersedia di Core Belum di Infinite preview

Keuntungan operasional yang disebut docs:

  • Scale tier cluster tanpa memindahkan data
  • Tambah read-only node: baca dari storage layer, mulai serve dalam menit (bukan initial sync panjang)
  • Backup, restore, dan PITR jalan di storage layer — beban itu tidak makan kapasitas query
  • Enkripsi wajib sebelum data keluar compute node — storage layer “buta” terhadap isi (zero-knowledge style)

Keamanan yang didukung di preview antara lain: PrivateLink, IP access list, IAM/SSO, auditing, field-level encryption, network peering, plus CMK/BYOK lewat AWS KMS.

Cara pakai: buat cluster Atlas Infinite

Role yang dibutuhkan: Organization Owner, Project Owner, atau Project Cluster Creator.

Lewat Atlas UI

  1. Masuk ke project Atlas → Clusters
  2. Klik Create / Build a Cluster
  3. Scroll ke bawah, klik Go to Advanced Configuration
  4. Nyalakan toggle Try the new edition: Atlas Infinite
  5. Pilih tipe: di preview cuma replica set (bukan sharded / global)
  6. Pilih AWS + region yang mendukung Infinite (cek kolom support di tabel region AWS)
  7. Pilih tier: M10–M60 General, atau M40–M60 Low-CPU
  8. Set nama cluster, backup retention tambahan bila perlu, CMK kalau dipakai
  9. Cek Cart → Confirm and Deploy

Peringatan: Setelah cluster dibuat, edition tidak bisa diganti (Core ↔ Infinite). Mau pindah? Buat cluster baru. Live migration / restore silang edition juga belum didukung di preview.

Lewat Atlas Administration API

Jangan pakai atlas clusters create biasa — itu tidak punya opsi edition, jadi jatuh ke Atlas Core. Pakai API dengan databaseEdition: "INFINITE".

BASH
# payload.json — ganti REGION-NAME dan nama cluster
cat > payload.json <<'EOF'
{
  "name": "demo-infinite-id",
  "databaseEdition": "INFINITE",
  "clusterType": "REPLICASET",
  "replicationSpecs": [
    {
      "regionConfigs": [
        {
          "providerName": "AWS",
          "regionName": "US_EAST_1",
          "priority": 7,
          "electableSpecs": {
            "instanceSize": "M10",
            "nodeCount": 2
          }
        }
      ]
    }
  ]
}
EOF

atlas api clusters createCluster \
  --version 2024-08-05 \
  --groupId "$ATLAS_GROUP_ID" \
  --file payload.json

Cek edisi setelah deploy: atlas api clusters getCluster — lihat field databaseEdition dan effectiveDatabaseEdition.

Setelah cluster hidup

Alur berikutnya sama seperti Atlas biasa:

  1. Buat database user
  2. Tambah IP / PrivateLink ke access list
  3. Ambil connection string mongodb+srv://…
  4. Connect dengan driver / mongosh / Compass
  5. Load data (mongorestore, mongoimport, dll — tanpa --oplog / --oplogReplay)

Tool yang tetap jalan: mongosh, Compass, Atlas Admin API (endpoint khusus Infinite), Atlas CLI (command khusus), Terraform (attribute khusus), SQL Interface langsung di cluster.

Harga public preview: compute, storage, backup

MongoDB tidak mempublikasi satu angka dollar “harga Infinite” yang kaku di hari rilis. Yang jelas dari docs billing: tiga dimensi terpisah, di-meter per jam.

Compute

  • Dihitung per HA shard: pasangan primary + standby (dua node electable)
  • Node tambahan (read-only / analytics) ikut di-meter
  • Billing mengikuti tier yang dikonfigurasi, per jam
  • Compute tetap ditagih meski cluster idle — ini reserved capacity, bukan pay-per-query

Storage

  • Meter per volume logical data tidak terkompresi (GB-jam)
  • Termasuk data koleksi + oplog local.oplog.rs
  • Semua node share storage layer yang sama
  • Tidak bayar kapasitas storage “menganggur” seperti model provision klasik

Backup & data transfer

  • 24 jam continuous cloud backup termasuk tanpa biaya tambahan
  • Retensi lebih panjang → backup storage ekstra (GB-jam), terpisah dari storage cluster
  • Data transfer mengikuti model Atlas biasa
  • Replikasi internal di storage layer tidak dihitung sebagai data transfer

Di Cart Atlas UI, cek lagi estimasi sebelum Confirm. Angka region AWS dan tier beda-beda. Buat konversi kasar ke rupiah, kalikan tagihan dolar dengan kurs jual kartu/bank yang dipakai kantor — jangan pakai angka blog asing mentah-mentah.

Tips: Infinite cocok kalau storage sering idle besar tapi compute naik-turun. Kalau beban sangat rata dan mau bill yang gampang diprediksi, Atlas Core masih masuk akal.

Batasan public preview yang wajib dicek

Sebelum pindah production, baca list ini. Banyak fitur Core belum masuk Infinite preview:

  1. Cloud: AWS saja; tidak multi-cloud / multi-region
  2. Tier: M10–M60 General; M40–M60 Low-CPU; tidak ada M80+
  3. Topology: replica set saja; tidak ada sharding / global cluster
  4. Search: Atlas Search dan Vector Search belum
  5. Ops: tidak ada uptime SLA di preview; tidak ganti edition setelah create
  6. Restore silang: tidak live migrate / restore antara Core ↔ Infinite
  7. Lainnya yang belum: Online Archive, Charts, MCP Server, Agent Skills, VS Code extension, Kubernetes Operator, log download, collection-level restore, snapshot download lokal, Azure/GCP KMS (CMK cuma AWS KMS)

Yang sudah didukung antara lain: MongoDB 9.x Latest dengan auto-upgrade, PrivateLink, backup hingga retensi panjang (docs sebut sampai 3 tahun), Stream Processing, Data Federation, SQL Interface di cluster, dump/restore/import (tanpa oplog replay).

Node layout preview: 2 electable (HA shard) + maksimal 5 read-only/analytics gabungan → total maksimal 7 node.

Cocok dicoba dari Indonesia minggu ini

Buat tim di sini, Infinite terasa relevan kalau sudah pegang Atlas dan sedang ngerancang beban yang tidak rata — fintech, e-commerce flash sale, atau agen AI yang tiba-tiba ngebut.

Yang perlu dipikirin praktis:

  1. Region AWS — pilih yang dekat user/app dan masuk daftar Infinite. Latency + biaya data transfer tetap penting meski storage layer beda.
  2. Billing dolar — invoice Atlas tetap USD. Siapkan kartu/metode bayar yang diterima, plus policy finance kantor.
  3. Data residency — preview single-region AWS. Kalau kebijakan perusahaan wajib multi-region atau cloud lain, tunggu GA atau tetap di Core dulu.
  4. Vector Search — kalau app mengandalkan Atlas Vector Search hari ini, jangan pindah Infinite dulu; fitur itu belum di preview.
  5. Pilot kecil — cluster M10/M20 untuk staging, ukur IOPS/throughput dan tagihan seminggu, baru putuskan production.
  6. Agent Engine — kalau sudah coba Agent Engine, Infinite bisa jadi fondasi data elastis di bawahnya; keduanya saling melengkapi, bukan pengganti.

Tidak perlu VPN khusus hanya untuk buka console Atlas. Yang sering jadi hambatan justru: akses billing, approval security, dan kebiasaan tim yang sudah nyaman di Core.

Infinite vs Agent Engine vs MongoDB 9.0

Di hari yang sama MongoDB juga umumkan dua hal lain. Biar tidak campur:

Produk Peran singkat Status 29 Sep 2026
MongoDB 9.0 Engine database lebih kencang (hingga 2× throughput instance besar vs 8.0) GA
Atlas Infinite Deployment elastis: compute ↔ storage terpisah Public preview (AWS)
Atlas Agent Engine Runtime + memory + governance agen produksi Public preview

Urutan logikanya: 9.0 perkuat fondasi → Infinite longgarkan skala → Agent Engine taruh agen yang terkelola di atas data live.

Quote pelanggan yang muncul di PR:

  • Okta — ingin scale auth traffic yang sulit diprediksi tanpa bayar idle berlebih
  • PicPay — butuh siap untuk lonjakan transaksi ekstrem
  • Icon Solutions — naik TPS tanpa ubah aplikasi
  • Coinbase (soal 9.0 / workload management) — volume trading bisa naik dalam menit

Checklist

  • Punya org + project MongoDB Atlas dengan role Cluster Creator
  • Cek region AWS yang support Atlas Infinite
  • Pastikan app tidak bergantung Vector Search / multi-region di cluster ini
  • Buat cluster lewat Advanced Configuration + toggle Infinite (atau API databaseEdition: INFINITE)
  • Set database user + IP/PrivateLink
  • Connect dengan connection string lama (driver yang sama)
  • Load data uji; jangan pakai oplog replay
  • Pantau meter compute vs storage vs backup di Billing
  • Bandingkan tagihan seminggu dengan estimasi Core setara
  • Dokumentasikan: edition tidak bisa diganti setelah create
  • Rencana fallback ke Core kalau preview belum cocok production
  • (Opsional) Evaluasi Agent Engine di atas data yang sama

Poin penting

  • Atlas Infinite rilis 29 September 2026, status public preview di AWS
  • Bukan database baru: driver, API, query tetap sama — tanpa ubah kode app
  • Atlas lama disebut Atlas Core; pilih Core atau Infinite per workload
  • Arsitektur: compute dan storage scale mandiri; time to scale diklaim >96% lebih cepat
  • Harga: compute per HA shard/tier (tetap jalan saat idle) + storage GB-jam + backup ekstra
  • Preview: replica set M10–M60, sampai 128 TB logical; belum sharding / Vector Search / multi-region
  • Di Indonesia: cocok buat pilot beban bursty; cek region, billing USD, dan fitur yang belum masuk preview

Referensi

  1. MongoDB (2026). MongoDB Launches MongoDB 9.0, the Best Version Ever Built, and Atlas Infinite for AI-Scale Demand
  2. MongoDB (2026). The Intelligent Data Platform for the AI Era
  3. MongoDB (2026). Atlas Deployment Options: Core vs. Infinite
  4. MongoDB Docs (2026). MongoDB Atlas Infinite: Overview
  5. MongoDB Docs (2026). Create an Atlas Infinite or Atlas Core Cluster
  6. MongoDB Docs (2026). MongoDB Atlas Infinite Cluster Costs
  7. PR Newswire (2026). MongoDB Launches MongoDB 9.0 and Atlas Infinite for AI-Scale Demand
  8. Constellation Research (2026). MongoDB launches Atlas Agent Engine, Atlas Infinite as MongoDB 9.0 goes GA
  9. MongoDB (2026). Investor Day announcements — 9.0, Atlas Infinite, Agent Engine
  10. Okta / Andrew Yu quote via MongoDB press release (2026)
  11. PicPay / Erick Schroder quote via MongoDB press release (2026)
  12. Icon Solutions performance note via MongoDB press release (2026)
  13. MongoDB Docs (2026). Public Preview Availability — supported and unsupported features

Pertanyaan Umum

Apa itu MongoDB Atlas Infinite?
Atlas Infinite adalah opsi deployment di MongoDB Atlas yang memisahkan compute dan storage supaya masing-masing bisa scale sendiri. Tujuannya menahan lonjakan traffic dan pertumbuhan data — termasuk beban agen AI — tanpa rewrite aplikasi.
Bagaimana cara pakai MongoDB Atlas Infinite?
Buat cluster baru di Atlas lewat Advanced Configuration, nyalakan toggle Atlas Infinite, pilih AWS + tier M10–M60, lalu deploy. Atau pakai Atlas Administration API dengan . Setelah itu connect seperti biasa dengan driver MongoDB.
Berapa harga Atlas Infinite di public preview?
Billing dipisah: compute di-meter per jam menurut tier HA shard dan node tambahan; storage di-meter GB-jam logical data; backup ekstra di luar jendela 24 jam default. Data transfer mengikuti model Atlas. Cek Cart di UI untuk estimasi region dan tier — angka absolut berubah sesuai konfigurasi.
Apa bedanya Atlas Infinite dan Atlas Core?
Core mengikat compute + storage di node yang sama dan cocok untuk beban stabil. Infinite memisahkan keduanya, storage bayar sesuai data yang tersimpan, dan scale lebih elastis. Di preview, Infinite masih AWS-only dan belum mendukung sharding atau Vector Search.
Apakah harus ubah kode aplikasi?
Tidak. Infinite memakai wire protocol dan query API MongoDB yang sama. Driver, mongosh, dan Compass tetap dipakai. Yang beda adalah cara cluster di-provision dan di-bill di balik layar.
Bisakah dicoba dari Indonesia sekarang?
Bisa jika punya akun Atlas dan metode bayar yang diterima. Pilih region AWS yang support Infinite, mulai dari cluster kecil untuk uji tagihan dan performa. Kalau butuh Vector Search, multi-region, atau SLA production ketat, pertimbangkan tetap di Atlas Core sampai GA.

Kesimpulan

MongoDB Atlas Infinite menjawab masalah klasik: traffic agen dan app modern naik turun liar, sementara cluster lama sering dipaksa over-provision. Dengan memisahkan compute dan storage — plus harga storage yang ikut data nyata — jalur dari prototype ke skala besar jadi lebih masuk akal, tanpa ganti kode aplikasi.

Buat yang di Indonesia, mulai pelan: satu cluster preview di AWS, ukur latency dan tagihan, pastikan fitur kritis (Search, multi-region, SLA) memang belum dibutuhkan. Teman-teman yang sudah pegang Atlas Core bisa pakai Infinite untuk workload bursty, dan biarkan Core untuk layanan yang butuh kapasitas tetap. Kalau fondasi data sudah elastis, baru masukin Agent Engine di atasnya kalau memang butuh runtime agen yang terkelola.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!

Tinggalkan komentar